Lukisan PotretLukisan potret adalah lukisan yang biasanya menggambarkan wajah seseorang, dari sana, kata “potret” berasal. Sebuah lukisan potret dilukis dengan tujuan untuk menampilkan semua karakteristik dan fitur seseorang. Pelukis mencoba untuk menekankan detail-detail dalam sebuah lukisan potret. Atas permintaan orang yang dilukis, noda kecil dan detail terlihat lainnya dapat dihilangkan sama sekali. Mereka hanya disimpan “rahasia” sebagaimana pelukis akan menyebutnya.

Di zaman kuno (empat ribu tahun sebelum masehi) bangsawan telah mulai melestarikan gambar dirinya untuk anak cucunya. Lukisan potret yang berasal dari Mesir kuno, seperti banyak gambar dalam piramida menunjukkan mereka yang telah meninggal, tetapi di Yunani genre ini disempurnakan.

Namun, lukisan potret tidak muncul ke permukaan untuk waktu yang lama sampai Renaissance jaman Renaissance. Periode utama lukisan potret baru dimulai di jaman Renaissance oleh seniman seperti Leonardo da Vinci, Michelangelo, Raffael dan Tizian.

Pada abad berikutnya, lukisan potret berkembang semakin pesat. Sebagai contoh, pada abad ke-17, Peter Paul Rubens adalah pelukis sewaan yang sangat diminati. Bangsawan dan orang kaya melestarikan sendiri gambar mereka untuk anak cucu oleh pelukis Baroque yang terkenal ini.

Dengan pengenalan fotografi pada abad 19 dan 20 dan metode-metode komunikasi, lukisan potret modern berubah secara fundamental. Sejak saat itu, orang biasa juga dapat memiliki lukisan potret dengan harga terjangkau.

Apa yang mencirikan seorang pelukis potret yang baik? Seorang pelukis potret harus dapat melukis seseorang dengan semua fitur pentingnya. Ia harus mampu menggambarkan dengan tepat apa yang sebenarnya terlihat.