Lukisan Gua di Zimbabwe

Seni Manusia
Seni yang dibuat manusia sudah ada sejak manusia diciptakan. Hanya saja, seni yang dibuat oleh manusia Neanderthal dalam berbagai bentuk, sampai sekarang tidak ada jejak yang dapat ditemukan. Tetapi seni yang dihadirkan oleh manusia modern atau Homo sapien sangat mudah ditemukan.
Di dalam ceruk-ceruk gua, manusia mulai mendekorasi bebatuan dengan tema yang penting tentang kehidupan keseharian mereka, bison dan rusa yang menjadi buruan mereka pada jaman es. Dan pemahat mengukir bentuk dari ketertarikan pradominan manusia yaitu bentuk wanita, yang menggambarkan kesuburan yang mana keselamatan suku tergantung padanya.

Lukisan Gua: dari 31.000 tahun lalu
Lukisan gua prasejarang telah ditemukan di berbagai belahan bumi, dari Eropa dan Afrika, hingga Australia. Afrika memiliki lukisan gua dan ukiran batu tertua yang masih tersisa walau dimakan usia. Hampir berusia 30.000 tahun, mereka ditemukan pada 1969 di muka gua dekat Twyfelfontain, Namibia. Tetapi lukisan gua yang paling banyak dan mengagumkan ditemukan di dinding gua-gua di barat daya Perancis dan utara Spanyol. Sekitar 150 lukisan gua ditemukan di wilayah ini. Mungkin yang paling menakjubkan dari kesemuanya adalah lukisan di gua Chauvet yang ditemukan 1994 dan diperkirakan berusia 31.000
Dinding dan atap gua-gua ini dihiasi lukisan dengan warna merah, coklat, kuning dan hitam yang dibuat dari bahan tambang, kemungkinan dicampur dengan darah dan lemak hewan. Subjek lukisan gua kebanyakan berupa perburuan hewan – bison, sapi liar, kuda dan rusa. Banyak lukisan yang ditemuka di kedalaman gua, di ceruk yang gelap. Pelukis melakukan pekerjaannya dengan penerangan lampu piringan (batu) dengan bahan bakar lemak hewan. Batubara juga digunakan di gua Lascaux, dengan usia sekitar 17.000 tahun. Proses yang sama juga ditemukan di Altamira dengan usia 13.000 tahun. Di sekita periode masa ini, seni lukis gua di berbagai wilayah di dunia mencapai puncaknya.
Kenapa perburuan hewan menjadi subjek utama lukisan gua? Bukti-bukti yang telah ditemukan dari berbagai suku menunjukkan motif yang bukan semata-mata dekoratif saja. Agama dan sihir terlibat di dalamnya. Tetapi belum ada yang mengetahui motif yang sebenarnya. Terlalu banyak teori yang saling berargumentasi bahwa sihir membantu mereka dalam perburuan binatang, atau meningkatkan populasi hewan liar, atau lukisan yang berada di ceruk terdalam tempat suci dan misterius dibuat untuk membantu dukun dalam persemediannya. Spekulasi mungkin tidak akan pernah berhenti, tetapi yang jelas, daya tarik seni awal manusia ini tetap abadi.
Ketika kehidupan manusia mulai membentuk komunitas, lukisan kembali memerankan peranan penting dalam kehidupan beragama. Sebagai contohh kota neolitik awal, Catal Huyuk, dari 6000 SM. Banyak rumah yang diekskavasi terlihat seperti kuil. Dinding-dindingnya berlukiskan subjek yang sangat beragam, termasuk adegan perburuan, lukisan burung pemakan bangkai yang memakan mayat manusia dan bahkan pemandangan biasa. Layaknya di banyak komunitas sosial awal, seperti Minoan Crete, banteng adalah binatang suci. Kepala dan tanduk banteng dilukis secara luas di dinding dan altar kuil.