jojo
(0 comments, 11 posts)
This user hasn't shared any profile information
Posts by jojo
SEJARAH SENI LUKIS-Lukisan Dinding (Mural)
0
Lukisan Dinding Roma
Lukisan Dinding Roma: Abad I – III Masehi
Lukisan dinding jauh lebih rentan jika dibandingkan dinding itu sendiri, maka tidak mengherankan kalau lukisan dinding dari masa Kekaisaran Roma tidak banyak yang tersisa. Banyak lukisan dinding yang masih selamat justru karena bencana alam yang membuatnya tertimbun dalam abu dan pasir, atau memang lukisan itu dibuat di bawah tanah.
Sebagai contoh yang ada di Pompeii, Doura-Europos dan Makam Romawi. Mereka tidak terlalu terkenal, tetapi mereka menunjukkan bahwa dalam komunitas Roma, sudah sewajarnya rumah didekorasi dengan lukisan. Sama halnya dengan menghias lantai dengan mozaik.
Lukisan Dinding Buddha: Abad V – VIII Masehi
Biarawan dan peziarah memainkan peranan penting dalam praktek Buddha. Keduanya tertarik untuk tinggal (bersemedi) dalam gua di tempat terpencil. Dan kelimpahan cerita Mahayana Buddha (bercerita tentang perjalanan Buddha di kehidupan sebelumnya di bumi) yang menyediakan sumber yang kaya sebagai subjek lukisan dinding gua. ...Baca Selengkapnya
Bagaimana Memegang Kuas Cat Air?
6
Memegang dengan Gaya Klasik
Gaya Klasik
Memegang kuas secara klasik seperti anda memegang pena maupun pensil untuk menulis. Bedanya anda sedang melukis, bukan menulis. Ambil kuas anda dan pegang bagian tertebal pegangan di atas ferrule (bagian pada kuas yang terbuat dari besi yang mengikat rambut kuas). Pegang kuas seperti anda akan menulis. Anda ingat cara melukis bukan? Putar kuas dengan jari anda untuk menemukan keseimbangan dan kenyamanan pegangan anda.
Setelah ada memegang kuas seperti alat tulis, maka gunakanlah untuk menulis. Latihlah dengan cara membuat tanda tangan anda. Mungkin anda akan membutuhkan beberapa latihan agar anda cocok dengan gaya ini. Maka gunakan waktu anda untuk berlatih.
Pegangan klasik memberi anda control linear, membuatnya ideal untuk membuat garis. Kontrol untuk pegangan gaya ini dimulai dari aksi lengan dan pergelangan, sampai ke kontrol terbaik dari jari. ...Baca Selengkapnya
SEJARAH SENI LUKIS – Bangsa Yunani
0Bangsa Yunani Klasik yang Ideal: Abad Kelima – Keempat SM

Lukisan Yunani
Bangsa Yunani pada periode klasik membuat inovasi yang menjadi dasar aliran utama di bidang tradisi seni Barat baik lukisan maupun patung.
Karakter penting dari seni Yunani klasik adalah realisme kepahlawanan. Pelukis dan pematung berusaha menampilkan tubuh manusia ,dalam kondisi bergerak ataupun diam, semirip mungkin dengan kenyataan yang terlihat. Perhatian khusus lukisan Yunani terletak pada kecantikan manusia yang luar biasa, atau momen drama yang agung dan mulia. Kemampuan teknis untuk menangkap wujud detail suatu benda yang familiar merupakan sebuah inovasi yang selanjutnya diadaptasikanmenjadi suatu subjek lukisan.
Penulis Yunani kuno memandang lukisan di dinding bangunan umum seperti kuil, sebagai kegiatan seni yang agung dan penting. Tetapi kerapuhan media lukis dan patung membuat lukisan-lukisan Yunani sangat rentan untuk rusak, lukisan dinding yang ditemukan di Vergina pada 1977 merupakan salah satu contoh karya sensasional yang masih selamat. ...Baca Selengkapnya
SEJARAH SENI LUKIS-Peradaban Awal
1
Lukisan Bangsa Mesir
Gaya Mesir: dari 3100 SM
Peradaban manusia pertama yang diketahui adalah Mesir dengan gaya seni yang tinggi. Gaya seni ini mengikuti kebiasaan yang aneh tetapi yang mengagumkan, mereka sangat konsisten, yang mana kaki dan kepala tiap tokoh dilukiskan dari samping, sementara tubuh, pundak, lengan dan mata dilukiskan dari depan. Gaya seni ini menunjukkan bahwa seniman pada saat itu mampu melukis subjek dengan dari sudut pandang yang termudah. Ini merupakan gaya seni yang mudah dan digunakan pada seni lukis maupun patung.
Lukisan pada makam dan kuil bangsa Mesir biasanya menggambarkan kejadian yang akan dialami selama perjalanan orang yang meninggal ke dunia selanjutnya. Tujuan praktis dari lukisan ini adalah untuk menyediakan detail sakral dalam perjalanan setelah kematian, dalam bentuk gambar dan hieroglip. Dalam kuil agung Ramses II di Thebes, sebagai contoh, satu lukisan menunjukkan ratu Nefertari, secara lembut diambil nyawanya oleh Dewi Isis. Prasasti menyebutkan, kata-kata yang dikeluarkan Isis: “Datanglah Ratu Agung Nefertari, kekasih dari Mut, tanpa dosa. Aku akan menunjukkan padamu sebuah tempat di dunia suci.” ...Baca Selengkapnya
Affandi Koesoema
1
Affandi, sang maestro
“Lukisan saya akan selesai pada waktu rangsang saya untuk melukis juga selesai. Melukis bisa bebas, tapi hidup perlu diatur”
Affandi Koesoema (Cirebon, Jawa Barat, 1907 – 23 Mei 1990) adalah seorang pelukis yang dikenal sebagai Maestro Seni Lukis Indonesia, mungkin pelukis Indonesia yang paling terkenal di dunia internasional, berkat gaya ekspresionisnya yang khas. Bakat seni lukisnya yang sangat kental telah menjadikan namanya tenar sama dengan tokoh atau pemuka bidang lainnya. Pada tahun 1950-an ia banyak mengadakan pameran tunggal di India, Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat. Pelukis yang produktif, Affandi telah melukis lebih dari dua ribu lukisan.
Affandi dilahirkan di Cirebon pada tahun 1907, putra dari dari istri kedua R. Koesoema, seorang mantri ukur di pabrik gula di Ciledug, Cirebon. Beliau bersekolah AMS, SLTA zaman Belanda. Affandi pernah mengalami wabah penyakit cacar. Bahkan, empat saudaranya meninggal akibat wabah itu. Bersama enam anak Koesoemah lain, ia dibaringkan di atas daun pisang supaya panasnya turun. Affandi memang selamat, tapi bekasnya membekas diwajahnya. ...Baca Selengkapnya
SEJARAH SENI LUKIS-Masa Prasejarah
3
Lukisan Gua di Zimbabwe
Seni Manusia
Seni yang dibuat manusia sudah ada sejak manusia diciptakan. Hanya saja, seni yang dibuat oleh manusia Neanderthal dalam berbagai bentuk, sampai sekarang tidak ada jejak yang dapat ditemukan. Tetapi seni yang dihadirkan oleh manusia modern atau Homo sapien sangat mudah ditemukan.
Di dalam ceruk-ceruk gua, manusia mulai mendekorasi bebatuan dengan tema yang penting tentang kehidupan keseharian mereka, bison dan rusa yang menjadi buruan mereka pada jaman es. Dan pemahat mengukir bentuk dari ketertarikan pradominan manusia yaitu bentuk wanita, yang menggambarkan kesuburan yang mana keselamatan suku tergantung padanya.
Lukisan Gua: dari 31.000 tahun lalu
Lukisan gua prasejarang telah ditemukan di berbagai belahan bumi, dari Eropa dan Afrika, hingga Australia. Afrika memiliki lukisan gua dan ukiran batu tertua yang masih tersisa walau dimakan usia. Hampir berusia 30.000 tahun, mereka ditemukan pada 1969 di muka gua dekat Twyfelfontain, Namibia. Tetapi lukisan gua yang paling banyak dan mengagumkan ditemukan di dinding gua-gua di barat daya Perancis dan utara Spanyol. Sekitar 150 lukisan gua ditemukan di wilayah ini. Mungkin yang paling menakjubkan dari kesemuanya adalah ...Baca Selengkapnya
Dimana Menemukan Ide Melukis?
1
Mencari Ide?
Jika anda tidak memiliki ide melukis yang bagus, maka semua teknik melukis di dunia hampir tidak berguna sama sekali. Jadi, dimana anda akan memperoleh ide yang dapat anda gunakan untuk membuat dan mengembangkan lukisan sendiri yang menjadi hasil karya yang unik? Berikut berbagai pilihan yang saya percayai.
Memberikan waktu untuk bereksperimen juga penting. Lembut pada diri sendiri dengan membiarkan diri membuat kesalahan dan melihat kemungkinan pengembangan diri. Gunakan ide sebagai awal untuk melukis, bukan akhir.
1. Buat Daftar Pilihan, yang Anda Sukai atau Tidak Disukai
Anda tidak akan mempunyai ide melukis tanpa memiliki ide gaya atau aliran seperti apa yang akan anda buat. Maka langkah pertama untuk memperoleh ide adalah dengan membuat daftar pilihan yang ingin anda pertimbangkan.
Subjek atau gaya apa yang anda sukai, buat daftar juga apa yang anda tidak sukai, kemudian mulai persempit dari list yang anda sukai. Sebagai contoh, apakah anda ingin membuat lukisan tokoh, pemandangan atau abstrak? Gaya apa yang ingin anda pakai: abstrak, realistis atau ekspresionis? Apakah anda akan menggunakan palet terbatas atau dominasi satu warna? Persempit pilihan tersebut hingga menjadi satu atau dua saja. Kemudian mulailah ...Baca Selengkapnya
Enam Hal yang Perlu Ditentukan Sebelum Mulai Melukis
0
Ilustrasi
Sebelum mulai melukis diperlukan perencanaan detail yang hati-hati, atau anda ingin membuat lukisan tanpa perencanaan dan mengalir begitu saja? Merencanakan penulisan akan sangat menolong anda, tetapi tetap memungkinkan spontanitas anda dalam melukis. Tetap membiarkan lukisan berkembang secara bebas dan spontan akan memudahkan anda dalam membuat lukisan, tetapi dengan adanya rencana lukisan akan tetap pada jalurnya dan tidak berakhir menjadi kacau. Perencanaan lukisan tergantung pada masing-masing seniman, ada yang menganggapnya sangat penting, dan ada yang justru menganggapnya sebagai penghalang. Tanpa memperhatikan perencanaan lukisan, berikut beberapa hal yang perlu diputuskan sebelum anda mulai melukis. ...Baca Selengkapnya
Foto sebagai Sumber Referensi Subjek Lukisan
0
Hasil lukisan tidak harus persis dengan foto
Memakai foto adalah cara termudah mendapatkan referensi subjek untuk dilukis. Foto juga menjadi sangat penting jika subjek sudah ditemui lagi secara mudah, seperti pemandangan di tempat terpencil dan burung yang eksotis. Tetapi jika hasil lukisanmu terlihat kaku atau tidak terlihat baik,, mungkin karena anda tidak mengambil banyak foto subjek.
Beberapa orang mencemooh penggunaan foto sebagai subjek lukisan, karena menurut mereka langkah yang benar adalah dengan membuat sketsa subjek lukisan.Pada kenyataannya kita tidak mempunyai banyak waktu untuk membuat sketsa detail sesuai kebutuhan ketika kita kembali ke studio. Foto juga bisa terdiri dari sketsa berteknologi tinggi bagi seniman yang sibuk.
Foto adalah Referensi bukan Seni
Anda tidak harus mengambil sebuah foto “sempurna” yang akan dipakai sebagai dasar lukisan anda. Tetapi pakailah minimal setengah lusin foto, yang tidak satupun merupakan foto “sempurna”. Anda akan merekonstruksi ulang foto2 tersebut di dalam pikiran anda. Dengan menggunakan foto-foto tersebut sebagai pengingat untuk menstimulasi bentuk lukisan, anda akan lebih mudah melukisnya daripada anda membuat lukisan dari satu foto. ...Baca Selengkapnya
22 Kesalahan dalam Melukis yang Perlu Dihindari
2
Ilustrasi
Daftar kesalahan dalam melukis dan cara penanganannya ini datang dari seniman Kanada, Brian Simons, yang melukis menggunakan cat akrilik. Brian mengatakan “Saya mulai melukis sekitar 20 tahun yang lalu, ketika saya pindah dari Alberta ke Pulau Vancouver. Dari workshop regular di mana saya mengajar, saya telah melihat bagaimana para pemula mengulang kesalahan yang sama berulang-ulang. Harapan saya, dengan adanya daftar kesalahan ini dapat membantu anda untuk tidak membuat kesalahan yang sama ketika melukis.”
1. Memakai kuas yang sama berulang-ulang pada saat demo, hal ini akan menyebabkan penikmat penonton menjadi bosan. Oleh karena itu, gunakanlah kuas yang bervariasi.
2. Memakai kuas yang kasar dan kering, hal ini akan menyebabkan lukisan terlihat murahan.
3. Mengetuk-ngetuk dan mengguncang kanvas: melukis bukan bermain.
4. Hanya berkonsentrasi pada satu bagian kanvas, semantara mengacuhkan bagian lain. Seluruh bagian kanvas harus diperhatikan.
5. Mencampurkan cat pada kanvas. Selesaikan pencampuran warna di palet.
6. Tidak mempelajari subjek lukisan sebelum melukis. Jika anda tidak tahu subjek yang anda lukis, bagaimana anda akan melukisnya?
7. Menggunakan terlalu banyak warna. Gunakan tiga atau empat warna bersama dengan warna putih. Mari lihat berapa variasi yang akan anda dapat.
8. Menambahkan terlalu banyak detail. Ini akan menurunkan kualitas karya anda.
9. Melukis sesuatu yang tidak kita ketahui dan lihat. Ingat daftar kesalahan nomor 6.
10. Mencuri sedikit waktu saat melukis untuk beristirahat, memungkinkan anda untuk memenangkan diri, tetapi kemungkinan membuat anda kehilangan inspirasi awal lukisan anda.
11. Mendengarkan orang lain saat melukis. Alangkah lebih baik melukislah sendirian semaksimal mungkin dan hindari opini dari orang lain hingga anda memperoleh inspirasi sendiri.
12. Menggunakan terlalu sedikit cat.. Pakailah sebanyak mungkin, walaupun akhirnya anda harus membuang jika tersisa.
13.Mengganti kuas ke ukuran yang lebih kecil. Pakailah kuas yang lebih besar selama mungkin
14. Memakai terlalu banyak warna putih. Ini akan membuat seperti lukisan kapur dan dingin.
15. Menambahkan bagian-bagian kecil dan potongan-potongan pada komposisi anda. Tetaplah melukis pada komposisi yang lebih besar.
16. Memakai cat terlalu berhati-hati dan perlahan-lahan karena anda tidak mau terlalu boros memakainya. Hal ini justru akan membuat anda terlalu boros.
17. Mengosok-gosok cat anda.
18. Membetulkan setiap terjadi kesalahan. Lukisan adalah lukisan yang pada saat pembuatannya banyak kecelakaan dan kesalahan karena akan membuatnya lebih artistik.
19. Terlalu banyak berfikir ketika melukis. Melukis adalah mengerjakan dan merasakan, bukan memikirkannya.
20. Kehilangan “bentuk besar” dan nilai lukisan. Ingatlah kesalahan nomor enam.
21. Berusaha membuat lukisan seperti oranglain atau seperti lukisan lain yang anda lihat. Jadilah diri sendiri dan jujur. Anda tidak akan bisa menyembunyikan apapun dalam lukisan.
22. Terlalu kuatir pada hasil. Percayalah pada insting dan diri anda sendiri.