Pelukis

Pelukis Indonesia & Mancanegara

5 Pelukis Realis Terkenal di Indonesia

0

Seni lukis realis yaitu suatu lukisan yang menggambarkan dengan objek yang sebenar nya ataupun berkaitan dengan kehidupan kita sehari-hari dari karakter, suasana, dilema, dan objek, untuk mencapai tujuan yang lebih hidup . Pada umumnya para pelukis realis akan melukis apa yang di lihat nya dengan menggabungkan bakat nya agar lukisan terlihat lebih hidup seperti apa yang di lihat dan di bayangkan nya.

Di Indonesia sudah banyak pelukis yang beraliran realis yang memiliki bakat seni yang belum tentu orng memilikinya,Indonesia mempunyai maestro terkenal yang beraliran realis, yaitu :

1. Raden Saleh

Mastro pertama yaitu raden shaleh sjarif boestaman atau sering kita kenal dengan raden saleh yang lahir pada tahun 1881 di semarang jawa tengah.
dengan bakat nya yang dia punya semenjak kecil dan lebih mengasah lagi dengan belajar ke Belanda pada tahun 1829 dengan di dukung serta di biayai oleh gubenur Jenderal G.A.G.Ph. van der Capellen .
Semenjak belajar di Belanda dia terpengaruh dengan tokoh romantisme Delacroix yang menciptakan karya lukis romastisme nya yang begitu realis pada abad 19.
melalui karyanya ia menyindir nafsu manusia yang terus mengusik makhluk lain. Misalnya dengan berburu singa, rusa, banteng, dll.
Berkat usaha dan reputasi karya nya Raden saleh  reputasi yang ditunjukkan oleh prestasi artistiknya, membuat nya dikenang di indonesia maupun di luar negeri.
karya-karya lukisannya pernah di pamerankan di museum akbar seperti Rijkmuseum, Amsterdam, Belanda, dan dipamerkan di museum bergengsi Louvre,Paris, Perancis.
Pada tahun 1883 di adakan pameran di amsterdam untuk memperingati wafat nya Raden Saleh, Lukisan yang di pamerkan yaitu Hutan Terbakar, Berburu Kerbau di Jawa, dan Penangkapan Pangeran Diponegoro.
Raden saleh juga memdapatkan penghargaan dari tanah air nya Indonesia berupa Piagam Anugerah Seni sebagai Perintis Seni Lukis di Indonesia pada tahun 1969.
Contoh Karya Lukis Raden Saleh :

2. Basuki Abdullah

Basuki Abdullah yang lahir di surakarta jawa tengah pada tanggal 25 januari 1915, seorang pelukis terkenal di indonesia beraliran realis serta terkenal sebagai pelukis di istana merdeka jakarta yang karya-karya nya menghiasi istana negara dan kepresidenan indonesia.
BAsuki Abdulah lebih dominan melukis potret seperti sesosok perempuan yang di perindah lewat lukisannya.
Jiwa seni yang dia punya turun menurun dari seorang ayah nya yang bernama Abdullah Suriosubroto yang seorang pelukis dan penari.
semenjak kecil bakat seni nya sudah terlihat dengan melukiskan toko terkenal seperti Mahatma Gandhi, Rabindranath Tagore, Yesus Kristus dan Krishnamurti.
Kepandaian yang dimilikinya dia memperoleh beasiswa yang membawa nya ke belanda untuk sekolah seni rupa  (Academie Voor Beeldende Kunsten) di Den Haag, dengan waktu singkat selama 3 th. Beliau jg sempat mengajar seni lukis pada tahun 1943 di gerakan poetra atau pusat tenaga kerja. serta aktif di Keimin Bunka Sidhosjo (sebuah Pusat Kebudayaan milik pemerintah Jepang) bersama-sama Affandi, S.Sudjoyono, Otto Djaya dan Basoeki Resobawo.
Pada tanggal 6 September 1948, Basuki Abdullah mengikuti sayembara melukis di belanda amsterdam sewaktu penobatan Ratu Yuliana. dan memenangkan sebagai pemenang dari  87 pelukis Eropa. Pada saat itulah Basoeki Abdullah mulai terkenal dunia.

Contoh Karya Basoeki Abdullah :

3. Sindoesoedarsono Soedjojono

Inilah Bapak Seni Lukis Indonesia Modern Sindoesoedarsono Soedjojono atau di sebut juga S. Sudjojono serta orng pertama yang menjadi kritikus seni rupa, Lahir di Sumatra Utara, 14 Desember 1913, Sebelum mentekadkan sebagai pelukis, dia sempat menjadi salah satu guru di Taman siswa pada tahun 1931di banyuwangi. selama mengajar, dia mulai untuk menekuni bakat yang ada pada dirinya sebagai pelukis.
dengan ciri khas kasar atau bertekstur yang berbeda dengan yang lain, Lantas dia mengikuti pameran pada tahun 1937 di Kunstkring Jakarya, Jakarta. bersama peserta pelukis eropa, berawal dari situ lah S. Sudjojono terkenal menjadi pelukis dan menjadi pionir mendirikan Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi), dan awal seni lukis modern berciri Indonesia.
Karya Lukis yang terkenal dari  S. Sudjojono yaitu : Di Depan Kelambu Terbuka, Cap Go Meh, Pengunso serta Seko.

 

Contoh Karya Lukis S. Sudjojono :

4. Barli Sasmitawinata

Bari Sasmitawinata adalah seorang seniman pelukis realis sekaligus guru di ITB (Institut Teknologi Bandung) terkenal di indonesia yang lahir di Bandung 18 Maret 1921, dia satu-satu nya orang pribumi yang belajar di studio milik Jos Pluimentz, pelukis asal Belgia yang tinggal di Bandung Pada tahu 1935 yang di suruh oleh kk ipar nya. disana dia mulai banyak belajar melukis objek benda dan alam yang berguru ke Luigi Nobili seorang pelukis italia.dari studio itulah Barli mengenal pelukis-pelukis lain, yaitu  Affandi, Hendra Gunawan, Sudarso, dan Wahd, dari perkenalan itu mereka membuat kelompok yang di berinama kelompok lima.
Setelah dia menguasai teknik seni rupa, dia mulai mendirikan  studio Jiwa Mukti bersama Karnedi dan Sartono pada tahun 1948. dan ia pun mendirikan Sanggar Rangga Gempol di kawasan Dago, Bandung pada tahun 1958.
hasil karya nya yang dia hasilkan banyak di pamerankan diluar negeri terutama di museum barli bandung dan mendapat menghargaan dari presiden yaitu  Satyalancana Kebudayaan.

contoh karya Lukisan Barli Sasmitawinata

5. Hendra Gunawan

Hendra Gunawan yang lahir pada tanggal  11 Juni 1918 di Bandung, Jawa Barat ini bermula masuksekolah dan belajar kepada wahdi (seorang pelukis pemandangan) banyak yang dia pelajari dari seorang pelukis wahdi, selain itu juga Hendra gunawan bergabung pada grup sandiwara Sunda sebagai pelukis dekor untuk mengasah kemampuan melukis nya.
Pergaulan seorang pelukis tidak jauh dengan pelukis-pelukis lainnya. hendra gunawan juga berteman dengan pelukis indonesia yaitu Affandi yang membantu dia menginpirasi untuk menjadi seorang pelukis.
pada tahun 1940 Hendra gunawan dengan tekad dan niat tulus membentuk Sanggar Pusaka Sunda dan mengadakan pameran bersama. dan pada tahun 1947 bersama Affandi ,ia mendirikan sanggar Pelukis Rakyat yang melahirkan pelukis berbakat seperti Fajar Sidik dan G. Sidharta.
seni lukis yang dia tampilan memberi semangat juang dengan warna da tema kerakyatan yang dia lukiskan di setiap karya lukis nya. sumber pertama dia mengenal warna natural dan alami dari ikan yang warna nya sangat cantik dan alami.

contoh karya lukis Hendra Gunawan

Proses Jual Beli di Pasar Tradisional, lukis hasil karya Hendra Gunawan,

Pasar Ikan di Pinggir Pantai, karya Hendra Gunawan Pasar Ikan di Pinggir Pantai, karya Hendra Gunawan

5 Pelukis Abstrak Terkenal di Indonesia

0

Seni Lukis abtraksi atau kita sering kenal dengan sebutan abstrak yaitu suatu objek tidak jelas yang sangat jarang di mengerti oleh orang lain hanya pelukis yang tahu akan arti lukisan tersebut dan beberapa orang saja yang mengerti suatu seni lukisan.

Mungkin kita kurang mengenal Pelukis abstrak yang terkenal di Indonesia selain Affandi , nama itu sering kita tahu. ternyata masih ada beberapa nama pelukis abstrak yang terkenal di indonesia seperti Abas Alibasyah,Ahcmad sadali,Fadjar Sidik,Nashar dan masih ada beberapa nama lagi.

Inilah biografi dari Pelukis-pelukis Abstrak ternama di Indonesia:

1. Affandi

Affandi Koesoema, seorang sosok yang sederhana,yang lahir di cirebon pada tahun 1907, dengan bakat seni yang kental. Karya Affandi telah mencapai 2000 lebih dengan gaya ekspresionis dan romantis nya.yang telah di pamerkan di berbagai negara. membuatnya menjadi Pelukis terkenal di Indonesia begitu juga Internasional.

Beberapa Karya lukis Affandi yaitu : Potret diri, Andong, Pohon beringin (yang pernah di ikutsertakan di perlelang di singapura),Pelabuhan Rotterdam, Fisher Man, Barong, Kwan Khong, barong dan leak, borobudur di pagi hari, sapi, para pejuang dan masih banyak lagi.

 

Contoh Lukisan karya Affandi :

Pelukis : Afandi
Tahun: 1982
Judul : ” Barong I ”
Ukuran : 150cm X 200cm
Media : Oil on Canvas

Pelukis : Afandi

Tahun: 1961
Judul : ” Potret Diri & Topeng-topeng Kehidupan ”
Ukuran : 110cm X 135cm
Media : Oil on Canvas

Pelukis: Affandi
Tahun: 1977
Judul : ” Sapi ”
Ukuran : 100cm X 120cm
Media : Oil on Canvas

Pelukis : Afandi
Tahun: 1972
Judul : ” Para Pejuang ”
Ukuran : 100cm X 135cm
Media : Oil on Canvas

2. Abas Alibasyah

Abas Alibasyah yang lahir di Purwakarta pada tahu 1928, bukan hanya terkenal sebagai pelukis terkenal di Indonesia namun Abas Alibasyah ini dikenal sebagai pejuang, pemikir dan organisatoris.
Berawal bersekolah di HIS (Holandsche Inlandsche School) dia mulai menyukai seni lukis dengan pelajaran menggambar yang sangat menonjol.
Pada tahun 1943 abas Alibasyah mulai mengembangkan bakat lukis yang ada pada diri nya  dan bergaul dengan pelukis lainnya seperti Hendra Gunawan, Barli Sasmitawinata dan Affandi.

 

 

contoh lukisan Abas Alibasyah

3. Achmad Sadali

Achmad Sadali yang lahir di garut pada tahun 1924, pelukis terkenal di indonesia yang berawal mengikuti pameran bersama pada tahun 1951. Dengan bakat seni yang dimilikinya berbeda, Achmad Sadali menuangkan karya seni abstrak dengan aksentuasi pada warna emas perada, yang mengisi dan membentuk bidang-bidang. yang selalu menjungjung tinggi kebesaran ILAHI.
Pada 30 Desember 1978, salah satu lukisannya yang berjudul Bidang Omber dan Sisa-sisa Emas, dengan latar gelap kehitaman. Di sana sini pada tempat yang tepat, ada pancaran warna emas. Komposisi lukisan vertikal pada bidang gambar yang horisontal.terpilih sebagai satu di antara tiga lukisan terbaik (bersama Lian Sahar dan Srihadi) pada Pameran Besar Seni Lukis Indonesia di TIM, Jakarta.

Contoh Lukisan Achmas Sadali

4.Fadjar Sidik

Fadjar Sidik lahir di surabaya pada tahun 1930,
berawal dari dia bermukim di Bali selama 4th dari tahun 1957-1961 yang bermula beraliran seni lukis realis sekarang beralih ke abstrak pada tahun 60an, yang pada saat itu hanya melukis benda industri yang belum menjadi sebuah objek, dengan bakat yang ia punya, ia menggali bakat nya dan mengembangkan corak lukisan abstrak dengan dinamika keruangan, menggabungkan bentuk kotak serta bolatan2 yang menghasilkan sebuah karya lukisan yang elegan dan menjadi ciri khas dari karya seni Fadjar sidik.

 

 

Contoh Karya Fadjar Sidik

5.Nashar

Nashar adalah seorang pelukis terkenal di Indonesia yang bermukim di Jakarta, Ia lahir di Pariaman sumatra barat pada tahun 1928. dengan teknik lukisan aliran bebas dari objek-objek manusia, hewan serta lingkungan yang di cari dan di lihat nya dan di lukiskan dengan abstraksi total.warna kecerahan yang di tonjolkan menceritakan kehidupannya sehari-hari.
Satu dari beberapa pelukis Nashar mempunyai sistem rumusan kredo tiga non  yaitu non konsep, objek dan tehnik, karena Nashar melukis suatu lukisan berdasarkan keinginan jiwa yang keluar dari diri nya sendiri.

 

Contoh Karya Nashar

 

 

Vincent Van Gogh

0


Sejak November 1881 sampai dengan Juli 1890, Vincent Van Gogh telah menghasilkan lebih dari 900 lukisan. Sejak kematiannya, beliau masih menjadi salah satu seorang pelukis ternama di dunia. Lukisan van Gogh memiliki telah merebut hati para pecinta lukisan dan membuat dunia baru dalam dunia seni lukis untuk para pecinta lukisannya. Hal itu tercantum di setiap deskripsi lukisan yang telah ia buat sebagai seorang pelukis. Hal tersebut berhubungan langsung dengan hasil karya beliau seperti starry night, sunflower, irises, poppies, dan the potato eaters.

Pada Desember 1881, saat usianya beranjak 28 tahun ia menghasilkan lukisan pertamanya dan langsung menuliskan pesan untuk saudaranya theo mengenai bagaimana menjadi seorang pelukis, “Theo, saya sangat menyukai peralatan lukis saya, dan saya pikir saya akan mendapatkannya sekarang setelah melukiskannya di akhir tahun nanti, maka lebih baik jika saya memulainya secepatnya ...Baca Selengkapnya

Affandi Koesoema

1

Affandi, sang maestro

Lukisan saya akan selesai pada waktu rangsang saya untuk melukis juga selesai. Melukis bisa bebas, tapi hidup perlu diatur

Affandi Koesoema (Cirebon, Jawa Barat, 1907 – 23 Mei 1990) adalah seorang pelukis yang dikenal sebagai Maestro Seni Lukis Indonesia, mungkin pelukis Indonesia yang paling terkenal di dunia internasional, berkat gaya ekspresionisnya yang khas. Bakat seni lukisnya yang sangat kental telah menjadikan namanya tenar sama dengan tokoh atau pemuka bidang lainnya. Pada tahun 1950-an ia banyak mengadakan pameran tunggal di India, Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat. Pelukis yang produktif, Affandi telah melukis lebih dari dua ribu lukisan.

Affandi dilahirkan di Cirebon pada tahun 1907, putra dari dari istri kedua R. Koesoema, seorang mantri ukur di pabrik gula di Ciledug, Cirebon. Beliau bersekolah AMS, SLTA zaman Belanda. Affandi pernah mengalami wabah penyakit cacar. Bahkan, empat saudaranya meninggal akibat wabah itu. Bersama enam anak Koesoemah lain, ia dibaringkan di atas daun pisang supaya panasnya turun. Affandi memang selamat, tapi bekasnya membekas diwajahnya. ...Baca Selengkapnya

Sindudarsono Sudjojono

0

Bapak Seni Lukis Indonesia Modern

Sindudarsono Sudjojono

Sindudarsono Sudjojono (1913-1985)
Dia pionir yang mengembangkan seni lukis modern khas Indonesia. Pantas saja komunitas seniman, menjuluki pria bernama lengkap Sindudarsono Sudjojono yang akrab dipanggil Pak Djon iini dijuluki Bapak Seni Lukis Indonesia Baru. Dia salah seorang pendiri Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi) di Jakarta tahun 1937 yang merupakan awal sejarah seni rupa modern di Indonesia.

Pelukis besar kelahiran Kisaran, Sumatra Utara, 14 Desember 1913, ini sangat menguasai teknik melukis dengan hasil lukisan yang berbobot. Dia guru bagi beberapa pelukis Indonesia. Selain itu, dia mempunyai pengetahuan luas tentang seni rupa. Dia kritikus seni rupa pertama di Indonesia.

Ia seorang nasionalis yang menunjukkan pribadinya melalui warna-warna dan pilihan subjek. Sebagai kritikus seni rupa, dia sering mengecam Basoeki Abdullah sebagai tidak nasionalistis, karena melukis perempuan cantik dan pemandangan alam. Sehingga Pak Djon dan Basuki dianggap sebagai musuh bebuyutan, bagai air dan api, sejak 1935.

Tapi beberapa bulan sebelum Pak Djon meninggal di Jakarta, 25 Maret 1985, pengusaha Ciputra mempertemukan Pak Djon dan Basuki bersama Affandi dalam pameran bersama di Pasar Seni Ancol, Jakarta. Sehingga Menteri P&K Fuad Hassan, ketika itu, menyebut pameran bersama ketiga raksasa seni lukis itu merupakan peristiwa sejarah yang penting.

Pak Djon lahir dari keluarga transmigran asal Pulau Jawa, buruh perkebunan di Kisaran, Sumatera Utara. Namun sejak usia empat tahun, ia menjadi anak asuh. Yudhokusumo, seorang guru HIS, tempat Djon kecil sekolah, melihat kecerdasan dan bakatnya dan mengangkatnya sebagai anak. Yudhokusumo, kemudianmembawanya ke Batavia tahun 1925.

Djon menamatkan HIS di Jakarta. Kemudian SMP di Bandung dan SMA Taman Siswa di Yogyakarta. Dia pun sempat kursus montir sebelum belajar melukis pada RM Pirngadie selama beberapa bulan dan pelukis Jepang Chioji Yazaki di Jakarta.

Bahkan sebenarnya pada awalnya di lebih mempersiapkan diri menjadi guru daripada pelukis. Dia sempat mengajar di Taman Siswa. Setelah lulus Taman Guru di Perguruan Taman Siswa Yogyakarta, ia ditugaskan Ki Hajar Dewantara untuk membuka sekolah baru di Rogojampi, Madiun tahun 1931.

Namun, Sudjojono yang berbakat melukis dan banyak membaca tentang seni lukis modern Eropa, itu akhirnya lebih memilih jalan hidup sebagai pelukis. Pada tahun 1937, dia pun ikut pameran bersama pelukis Eropa di Kunstkring Jakarya, Jakarta. Keikutsertaannya pada pameran itu, sebagai awal yang memopulerkan namanya sebagai pelukis.

Bersama sejumlah pelukis, ia mendirikan Persagi (Persatuan Ahli-ahli Gambar Indonesia), 1937. Sebuah serikat yang kemudian dianggap sebagai awal seni rupa modern Indonesia. Dia sempat menjadi sekretaris dan juru bicara Persagi.

Sudjojono, selain piawai melukis, juga banyak menulis dan berceramah tentang pengembangan seni lukis modern. Dia menganjurkan dan menyebarkan gagasan, pandangan dan sikap tentang lukisan, pelukis dan peranan seni dalam masyarakat dalam banyak tulisannya. Maka, komunitas pelukis pun memberinya predikat: Bapak Seni Lukis Indonesia Baru.

Lukisannya punya ciri khas kasar, goresan dan sapuan bagai dituang begitu saja ke kanvas. Objek lukisannya lebih menonjol pada Lukisan pemandangan alam, sosok manusia, serta suasana. Pemilihan objek itu lebih didasari hubungan batin, cinta, dan simpati sehingga tampak bersahaja. Lukisannya yang monumental antara lain berjudul: Di Depan Kelambu Terbuka, Cap Go Meh, Pengungsi dan Seko.

Dalam komunitas seni-budaya, kemudian Djon masuk Lekra, lalu masuk PKI. Dia sempat terpilih mewakili partai itu di parlemen. Namun pada 1957, ia membelot. Salah satu alasannya, bahwa buat dia eksistensi Tuhan itu positif, sedangkan PKI belum bisa memberikan jawaban positif atas hal itu. Di samping ada alasan lain yang tidak diungkapkannya yang juga diduga menjadi penyebab Djon menceraikan istri pertamanya, Mia Bustam. Lalu dia menikah lagi dengan penyanyi seriosa, Rose Pandanwangi. Nama isterinya ini lalu diabadikannya dalam nama Sanggar Pandanwangi. Dari pernikahannya dia dianugerahi 14 anak.

Di tengah kesibukannya, dia rajin berolah raga. Bahkan pada masa mudanya, Djon tergabung dalam kesebelasan Indonesia Muda, sebagai kiri luar, bersama Maladi (bekas menteri penerangan dan olah raga) sebagai kiper dan Pelukis Rusli kanan luar.

Itulah Djon yang sejak 1958 hidup sepenuhnya dari lukisan. Dia juga tidak sungkan menerima pesanan, sebagai suatu cara profesional dan halal untuk mendapat uang. Pesanan itu, juga sekaligus merupakan kesempatan latihan membuat bentuk, warna dan komposisi.

Ada beberapa karya pesanan yang dibanggakannya. Di antaranya, pesanan pesanan Gubernur DKI, yang melukiskan adegan pertempuran Sultan Agung melawan Jan Pieterszoon Coen, 1973. Lukisan ini berukuran 300310 meter, ini dipajang di Museum DKI Fatahillah.

Secara profesional, penerima Anugerah Seni tahun 1970, ini sangat menikmati kepopulerannya sebagai seorang pelukis ternama. Karya-karyanya diminati banyak orang dengan harga yang sangat tinggi di biro-biro lelang luar negeri. Bahkan setelah dia meninggal pada tanggal 25 Maret 1985 di Jakarta, karya-karyanya masih dipamerkan di beberapa tempat, antara lain di: Festival of Indonesia (USA, 1990-1992); Gate Foundation (Amsterdam, Holland, 1993); Singapore Art Museum (1994); Center for Strategic and International Studies (Jakarta, Indonesia, 1996); ASEAN Masterworks (Selangor, Kuala Lumpur, Malaysia, 1997-1998).

Dari berbagai sumber

Go to Top