Classic Watercolor Brush Grip © 2008 Gregory Conley

Memegang dengan Gaya Klasik

Gaya Klasik

Memegang kuas secara klasik seperti anda memegang pena maupun pensil untuk menulis. Bedanya anda sedang melukis, bukan menulis. Ambil kuas anda dan pegang bagian tertebal pegangan di atas ferrule (bagian pada kuas yang terbuat dari besi yang mengikat rambut kuas). Pegang kuas seperti anda akan menulis. Anda ingat cara melukis bukan? Putar kuas dengan jari anda untuk menemukan keseimbangan dan kenyamanan pegangan anda.

Setelah ada memegang kuas seperti alat tulis, maka gunakanlah untuk menulis. Latihlah dengan cara membuat tanda tangan anda. Mungkin anda akan membutuhkan beberapa latihan agar anda cocok dengan gaya ini. Maka gunakan waktu anda untuk berlatih.

Pegangan klasik memberi anda control linear, membuatnya ideal untuk membuat garis. Kontrol untuk pegangan gaya ini dimulai dari aksi lengan dan pergelangan, sampai ke kontrol terbaik dari jari.

Gaya Mencubit

The Pinch Watercolor Brush Grip © 2008 Gregory Conley

Memegang dengan Gaya Mencubit

Pegang kuas anda seperti anda mengambil pensil dari sebuah meja, jepit kuas antara ibu jari dan jari-jari. Cara ini disebut cubitan karena kita seperti mencubit pada saat memegang kuas. Setelah kuas dipegang, anda dapat melemaskan pegangan sehingga kuas dapat bergerak, tetapi anda harus memakai ujung jari-jari anda untuk memegang kuas ketika melukis. Anda dapat memakai 2 hingga 4 jari untuk memegang kuas.

Sebagian besar kontrol dari pegangan ini adalah pada lengan, pergelangan dan ujung jari. Pegangan ini akan memudahkan anda pada saat membuat sapuan khuas secdara vertical, tetapi akan sedikit kesulitan jika horizontal.

Gaya Memberikan Pensil

Pass the Pencil Watercolor Brush Grip © 2008 Gregory Conley

Memegang dengan Gaya Memberikan Pensil

Pegang kuas anda seperti anda sedang memberikan pensil atau gunting kepada orang lain. Pegangan ini lebih longgar jika dibandingkan dengan gaya cubitan, dengan tekanan dari ibu jari pada tangkai kuas terhadap jari telunjuk dan tengah. Jari manis dan kelingking anda akan menekan pelan dan berfungsi sebagai kemudi.  Pegang secara longgar, kuas akan memberimu kontrol lebih saat anda memperikan perhatian penuh pada kertas.

Kontrol terbaik pegangan ini adalah pada ujung jari dan pergelangan. Kontrol pegangan ini lebih baik dari pada pegangan cubitan. Pegangan ini sangat cocok untuk melukis aliran impresionis.

Gaya Obeng

The Screwdriver Watercolor Brush Grip © 2008 Gregory Conley

Memegang dengan Gaya Obeng

Pegang kuas cat air seperti anda memegang obeng. Gaya ini akan terasa sulit pada awalnya, terutama saat melukis dengan cat air. Gaya pegangan ini memiliki beberapa kelebihan: Pertama, dengan keterbatasan kontrol pada pegangan ini, akan memaksa kita lebih simpel dalam melukis. Kedua, memegang kuas cat air anda dengan gaya ini makan memberi anda kesan goresan sketsa dan lukisan. Ketiga, jika jari-jari anda bergetar atau sendi anda sakit, anda dapat merubah gaya dengan cara merubah cara anda dalam melukis.

Kontrol pergrakan dengan peangan ini terumpu pada lengan dan pergelangan anda. Jari anda terpusat untuk mencengkeram kuas, maka bergeraklah dengan pergelangan dan lengan anda. Memegang kuas dengan cara ini akan memberikan kesan artistik yang agresif

Konduktor

The Conductor Watercolor Brush Grip © 2008 Gregory Conley

Memegang dengan Gaya Konduktor

Pegang kuas anda pada bagian ujung pegangan kuas, seperti seoarang konduktor musik yang memegang tongkatnya saat memimpin sebuah orkestra. Pegangan ini merupakan gaya yang sangat interaktif. Anda harus secara aktif memperhatikan gerakan kuas pada kertas. Jika anda aktif berinteraksi, kuas akan membalas interaksi anda.

Dengan pegangan ini, seluruh lengan dan ujung jari anda mempengaruhi keseimbangan dan kadang kuas seperti memiliki pikiran sendiri sehingga pengerjaan lukisan akan lebih mengalir. Pegangan ini sangat cocok untuk membuat sketsa cat air di ruangan terbuka dengan subjek yang terlihat sekilas saja.