Hasil lukisan tidak harus persis dengan foto

Memakai foto adalah cara termudah mendapatkan referensi subjek  untuk dilukis. Foto juga menjadi sangat penting jika subjek sudah ditemui lagi secara mudah, seperti pemandangan di tempat terpencil dan burung yang eksotis. Tetapi jika hasil lukisanmu terlihat kaku atau tidak terlihat baik,, mungkin karena anda tidak mengambil banyak foto subjek.

Beberapa orang mencemooh penggunaan foto sebagai subjek lukisan, karena menurut mereka langkah yang benar adalah dengan membuat sketsa subjek lukisan.Pada kenyataannya kita tidak mempunyai banyak waktu untuk membuat sketsa detail sesuai kebutuhan ketika kita kembali ke studio. Foto juga bisa terdiri dari sketsa berteknologi tinggi bagi seniman yang sibuk.

Foto adalah Referensi bukan Seni

Anda tidak harus mengambil sebuah foto “sempurna” yang akan dipakai sebagai dasar lukisan anda. Tetapi pakailah minimal setengah lusin foto, yang tidak satupun merupakan foto “sempurna”. Anda akan merekonstruksi ulang foto2 tersebut di dalam pikiran anda. Dengan menggunakan foto-foto tersebut sebagai pengingat untuk menstimulasi bentuk lukisan, anda akan lebih mudah melukisnya daripada anda membuat lukisan dari satu foto.

Jangan menghabiskan waktu hanya utuk mengambil foto “sempurna”. Alangkah lebih baik, jika anda memiliki banyak waktu, buatlah beberapa sketsa dasar yang berisi pemandangan utama seperti bentuk atap, batang pohon. Foto dan ingatan anda akan dapat menuangkan warna pada lukisan. Anda juga dapat mengambil elemen-elemen foto dari berbagai tempat atau barang yang anda temui dan menuangkannya bersama dalam satu lukisan.

Gunakan Foto untuk Membantu Ingatan

Foto akan sangat membantu anda dalam melukis suatu objek. Foto dapat membuat anda merasa mengalami dan melihat kembali subjek lukisan anda.